05 Nov 2008 -
Senin, 14 Juli 2014
(tulisan ini pernah dimuat di Majalah Suara Hidayatullah, tahun 1996 – maaf belum diupdate)
oleh Fahmi Amhar
05 Nov 2008 -
Selasa, 26 November 2013
 |
| Source : Mask of Hipocrites |
“Aku khawatir terhadap suatu masa
yang rodanya dapat menggilas keimanan. Keyakinan hanya tinggal pemikiran, yang
tak berbekas dalam dalam perbuatan.
Banyak orang baik tapi tak berakal, ada orang yang berakal tapi tak
beriman”
05 Nov 2008 -
 |
| "Muslim" by Laila Jihad |
Saat kita sedang sendiri, kesepian, dalam masalah, membutuhkan teman, lantas teringat dengan seseorang, berharap banyak dia akan membantu, atau setidaknya mengusir sedikit gundah-gulana. Apakah itu disebut cinta? Tentu saja. Tetapi kalau demikian, bukankah cinta jadi tidak lebih dari seperangkat obat? Alat medis penyembuh? Selesai malasahnya, saat kita kembali semangat, sembuh, maka persis seperti botol-botol obat, seseorang itu bisa segera disingkirkan. Sementara, dong? Temporer? Juga tentu saja, kecuali kita selalu sakit berkepanjangan, dan mulai mengalami ketergantungan dengan seseorang tersebut. Jika demikian maka cinta jadi mirip nikotin, candu.
05 Nov 2008 -
Jangan marah.
Ini adalah seruan yang indah
diungkapkan manusia terbaik, Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam sejak empat belas abad yang lalu.
Dan hari ini, di abad dua puluh satu para dokter di Inggris
menyerukan hal yang sama,
karena mereka menemukan solusi untuk masalah mereka di dalamnya.
05 Nov 2008 -
Tanpa kita
sadari, banyak kebiasaan hidup yang mendorong kita untuk selalu memprioritaskan
hal – hal yang tidak terlalu penting untuk diurusi. Menciptakan efek blur ketika memutuskan secara bijak hal apa
yang lebih penting untuk kita lakukan.Sebagai contoh, menonton Infotainment
atau mengurusi rambut di Salon ternama menjadi hal dilematis bagi para ibu
rumah tangga dibandingkan memasak untuk makan malam keluarga dan mengurusi
keperluan rumah tangga di rumah. Padahal, jelas itu adalah kewajiban. Gejala
ini membuktikan akan kesenangan pribadi lebih di kedepankan, bahkan lebih
parahnya lagi, apabila kesenangan itu mengeluarkan biaya relatif mahal dan
mengantarkan kebiasaan pada hidup boros. Pemborosan dan pencarian kesenangan
membabi buta, mutlak di sebut hedonisme.
Paham yang menjadi bumbu biasanya dalam
aktivitas kehidupan perkotaan.
05 Nov 2008 -
Seorang gadis cilik yang tidak mau menyerah...
( Ini adalah
“Challange”, peraih penghargaan
“Best Photo For The Year 2007” dari Federation Of Arab News Agencies (FANA). Fotografernya adalah Waseem Kheir Beik. Anak ini sebenarnya tidak mau difoto dan selalu menutupi wajahnya saat diambil gambarnya. Fotografernya akhirnya berusaha memfoto anak ini dengan lensa dari jarak 30 meter).
Perhatikan anak ini. Ia tiap pagi